Sabtu, 13 Desember 2014

Kelahiranmu

Teringat umi saat melahirkan mu nak,beberapa orang yang umi tidak kenal sama sekali yang membantu umi.Pakaian mereka hijau dan mereka memakai sarung tangan,penutup hidung dan kepala.Saat umi memasuki ruangan dengan lampu besar di atas tempat umi berbaring,sedikit takut menyelimuti hati,namun saat umi tau akan segera berjumpa denganmu rasa takut itupun hilang.Seorang dokter menjadi penenang hati umi saat itu,meskipun baru bertemu tapi dia membantu umi untuk tetap tenang menghadapi kelahiranmu,itu memang jadi tugas dokter anastesi. Dan tibalah pinggang umi di suntik obat bius,setelah kaki umi tak terasa saat di cubit seorang dokter berkata"akan seperti ini saja bu rasanya". Tak menunggu lama dokter pun membelah perut umi untuk mengeluarkanmu,kau langsung menangis dengan kencangnya itulah saat pertama kali syaithon mulai menggodamu.Hingga saat ini umi masih mengingat tangisan pertamamu nak,meskipun entah berapa ratus kali tangisanmu yang umi dengar sampai saat ini. Setelah dokter memberitahukan jenis kelaminmu dia memisahkanmu denganku,hingga tak lagi terdengar tangisanmu.Abimu mencarimu dan langsung mentahnikmu,baru setelah itu abimu menemui umi. Sedikit tulisan ini semoga bisa kau baca suatu saat kelak nak,ketahuilah melahirkan secara Normal ataupun Caesar tetap saja keduanya merasakan sakit.Keduanya sama2 mengandung selama 9 bulan ada yang kurang ada yang lebih,engkau lahir pada usia 40w+2d(40minggu2hari).

Ke sawah

Pengalaman khansa hari ini adalah ke sawah,dia senang sekali di ajak ke sawah.Namun dia tidak mau menginjakkan kakinya di tanah yang lembek jadi dia hanya di pondok saja bermain dengan ihsan dan makan jajan. Khansa lihat mbah kakung sama mbah yah panen ubi,juga mbah hadi yang sedang nyangkul.Sebenarnya khansa masih asik bermain tapi mbak ela ngajak segera pulang karena terserang rasa kantuk sehingga ingin tidur. Apalagi ya petualangan khansa,,, Mari di tunggu...

Dalam Tidurmu

Saat terlelap kau dalam tidurmu ku bisikkan doa sembari ku elus rambutmu dan ku cium keningmu,"Allahumma barik fiih","Robbi habli minassolihin'.semoga kau jadi penolongku di hari kiamat kelak untuk memasuki Jannah wahai anakku. Tetaplah kau berada dalam fitrahmu untuk senantiasa taat kepada Robbmu ya nak,semoga Allah membantu umi dalam mendidikmu agar kau menjadi seorang jamba yang berada dalam jalan keridhoanya.aamiin. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya, “ Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku semuanya dalam keadaan hanif (suci dan cenderung kepada kebenaran), kemudian setan mendatangi mereka dan memalingkan mereka dari agama mereka (Islam) .”

Jumat, 12 Desember 2014

Sekotak Saja

"mii...cucus"...rengek khansa sambil minta gendong untuk mengambil susu kotak kesukaanya. Namun betapa kecewanya dia saat ku bilang padanya "cucusnya habis de"sambil ku alihkan perhatiaanya. Hati ini terenyuh ketika permintaan sederhananya belum mampu saya turuti,semoga engkau mampu nersabar ya nak.Inginku bisa menuruti permintaanmu yang sederhana itu nak,bersabarlah dengan kondisi saat ini,yakinlah ada kemudahan setelah kesulitan.

Koin

Keceriaan dengan satu koin 500 rupiah Siapa sangka satu koin 500 rupiah mampu membawa keceriaan,namun itulah yang terjadi pada khansa. Caranya dengan ia memainkan koin itu,ia lemparkan dan koin itu berputar dan menggelinding dan khansa pun tertawa lepas melihat koin itu berputar. Mainan pun tak harus mahal untuk bisa membuatnya senang. Begitu pula dengan kebahagiaan seseorang,kemahalan suatu barang tidaklah menjadi tolak ukur suati hal yang mampu membahagiakan baginya. Perhatian dan kasih sayang dari orang yang mereka sayangi justru menkadi kebahagiaan tersendiri.

Khansa bintu Rony

Namanya Khansa Nur Aisyah usianya 18 bulan,pertumbuhan dan perkembanganya sangat bagus. Di usianya kini ia telah memiliki 70 kosa kata bahkan lebih,Alhamdulillah ia telah mampu menjawab beberapa pertanyaan Tauhid. "Siapa Tuhanmu?"tanya saya. "Allah"jawabnya meski dengan bahasa yang belum jelas. "Di mana Allah?"saya kembali bertanya. "Di atas"jawabnya. "Apa agamamu?"tanya saya. "Islam"jawabnya walau hanya dengan kata "Lam". Belum sempurnanya perbendaharaan katanya membuat ia menjawab dengan sebisanya. Saya panjatkan puji syukur dengan kemampuan khansa saat ini,semoga dia tetap berada dalam fitrahnya dalam islam.h